Budidaya Pertanian Organik?

Apa itu Budidaya Pertanian Organik?


Pertanian organik secara umum diartikan sebagai  budidaya tanaman pertanian dan pengolahan tanpa memakai pupuk kimia. Pengelolaannya menggunakan pupuk alami.

Sebenarnya tanpa disadari petani terdahulu mereka sudah melakukan jenis pertanian organik secara alami. Penjabaran budidaya oertanian organik yaitu
saya ingin mencoba untuk menjabarkan budidaya dalam pertanian organik yang selama ini sebenarnya telah dilaksanakan oleh para orang-orang tua yang tanpa sadar melakukan budidaya pertanian organik secara alami.
“Tetanen seng dilakokno kanggo ngecukupi pangan bebarengan karo alam seng di panggoni iki” 
atau pertanian yang diusahakan untuk menghasilkan hasil budidaya dengan tetap melakukan usaha pertanian yang selaras dengan alam.

Pertanian Organik

Pertanian secara organik ini tidak jauh beda dengan budidaya konvensional, secara umumnya seperti kegiatan pemilihan benih sampai panen. Tetapi dalam pertanian organik ini lebih mengacu pada perilaku petani yang bergerak seirama dengan alam. Sekarang akan kita bahas satu persatu mulai tahapan seleksi benih sampai panen.

A.Seleksi Benih 

Seleksi benih ini dimulai dari pengambilan benih secara mandiri di lahan sendiri yang tidak bergantung pada benih pabrikan. Benih yang di pakai adalah benih yang di ambil dari lahan sendiri hasil simpan darihasil panen musim tanam yang sebelumnya dan diseleksi secara mandiri untuk benih pada musim tanam berikutnya. Sehingga tanpa benih pabrikan petani tidak akan kebingungan dan tetap eksis.

B.Pembenihan dan penanaman 

Kegiatan pembenihan dan penanaman ini dilakukan berdasarkan kearifan lokal yang ada dalam masyarakat, sehingga hal tersebut memuat keadaan ini dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Pembenihan dan penanaman ini walaupun ada intervensi dari cara budidaya modern tetapi bumbu kearifan lokal ini masih tetap terjaga. Contohnya waktu pembenihan dan penanaman ini disesuaikan dengan perhitungan hari dan alam sekitar.

C.Perawatan 

Perawatan taaman secara organik mencakup:

Pemupukan 
Pemupukan sendiri dalam budidaya pertanian organik dilakukan perhitungan yang tepat dalam melihat dari komuditas dan vase pertumbuhan tanaman budidaya. Hal ini dimaksudkan agar pupuk yang diberikan tidak terbuang secara percuma dan maksimal di serap tanaman.

Pengendalian OPT.
Musuh alami Kegiatan pengendalian OPT sendiri dalam pengendaliannya seperti gulma, hama dan penyakit dikendalikan dengan bahan yang terbuat dari alam dan dengan cara yang sesuai komuditas yang dituju.

Gulma
Gulma sendiri adalah tanaman pengganggu, tetapi dilihat dari kacamata pertanian organik gulma tidak dipandang hanya dari sudut pandang kerugian tetapi juga dari sudut pandang keuntungannya atau manfaatnya. Seperti manfaat gulma yang dijadikan pupuk. Jadi dalam pengendalian gulma, selain mengendalikan pertumbuhan gulma juga sekaligus memupuk tanaman budidaya. Pengendalian hama dalam budidaya pertanian organik, petani lebih mengembangkan dan menggunakan pelestarian musuh alami sehingga ekosistem tetap terjaga. Misal pengendalian telur wereng pengendaliannya menggunakan kumbang koksinoloid, pengendalian belalang dengan memanfaatkan laba-laba dan masih banyak yang lain. Pada saat ambang ekonomi, baru akan dikendalikan secara kimiawi tetapi dalam pengendaliannya menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam dan tidak mempengaruhi ekosistem yang ada karena cenderung lebih ramah lingkungan (Pestisida Alami/Nabati). Pengendalian penyakit pada berbudidaya organik lebih menggunakan agencia hayati yang ada pada alam atau juga menggunakan obat yang dibuat sendiri dari bahan-bahan bumbu dapur. Pada intinya yaitu untuk menjaga keseimbangan agroekosistem.

D.Panen

Kegiatan panen yang merupakan akhir dari kegiatan berbudidaya pertanian organik ini tidak serta-merta dipanen. Panen dilakukan pada waktu yang tepat berdasarkan umur dan kematangan dari komuditas itu sendiri. Mulai dari kematangan fisik sampai kematangan fisiologis. Panenan ini biasa di awali ritual wiwitan dan di tempat-tempat tertentu ada ritual-ritual khusus, seperti Meron di Sukolilo, Pati, Jawa Tengah.

Kesimpulan

Pada dasarnya budidaya pertanian organik adalah pertanian yang diusahakan selaras dengan alam yang tujuanya menjadikan petani lebih mandiri dan tidak hanya mengacu pada hasil akhir semata. Pertanian organik yang mengacu pada hasil akhir tidak akan mampu membuat petani mandiri secara optimal. Seperti halnya pemupukan pada budidaya organik, contoh penggunaan pupuk urea (NH2CO) tidak akan berpengaruh pada hasil produk dengan residu kimia, karena pada penggunaan pupuk urea ini sendiri tidak akan terdeteksi pada uji lab organik. Urea (NH2CO) ini tersusun dari komponen Gas yang akan menguap bila di campur dengan air (H2O). Unsur yang terkandung CO “Tidak diperlukan tanaman” ini akan menguap sehingga tidak terjadi residu di tanah maupun hasil akhir budidaya. Tetapi hal tersebut akan mencemari udara walaupun hasil produksinya organik tetapi perilakunya tidak organik. Organik dari kata Organum yaitu menempatkan sesuatu pada posisi dan porsi yang tepat sehingga akan menjadi siklus dan daya kerja yang seimbang dalam pengelolaan individu maupun alam sekitar. Jadi pertanian organik sendiri lebih mengacu pada perilaku petani yang mandiri dan berbudidaya selaras dengan alam, bukan menjadikan petani tergantung pada hasil akhir semata.

No comments for "Budidaya Pertanian Organik?"